Terimakasih
cinta
Kamu yang masih selalu lewat depan kelasku
Pagi ini seperti biasa
aku mendengarkan musik yang dulu kamu nyanyikan di depanku, aku
selalu mengingat semua itu dari awal perkenalan sampai akhirnya kita bisa dekat.
Dulu kebiasaan yang aku
lakukan ya membuka akun twitter ku, tiba-tiba pesan masuk dari kamu. Kamu yang
dulu pernah aku suka. Ya dulu memang aku pernah menyukaimu namun rasa
ketertarikan ku terhadapmu aku hentikan karena aku mengetahui kamu sudah memiliki
kekasih. Kamu tahu rasanya ketika orang yang pernah kita suka lalu meminta
nomer telepon kita ? wih pastinya bahagia dan tidak menyangka.
Pertama perkenalan kita
mulai dari kamu meminta nomer telepon ku dari situ kita mulai mengirim pesan
singkat ya walau pesan pesan yang kita kirim sama sama menceritakan seseorang,
kamu menceritakan kekasihmu aku menceritan orang lain, itu aku lakukan untuk
menutupi kecemburuan ku.
Aku masih sangat
mengingat ketika kita sparing bulutangkis disitu aku berangkat bersama teman
sekelasku dan kamu berangkat bersama sahabatku, tapi entah mengapa aku merasa cemburu saat itu aku merasa tidak rela kalau kamu bersama dia, sampai di gor
kamu pun bercanda canda dengan nya itu sangat membuat ku sakit. Dan semenjak
kejadian itu aku akui sikap ku kepada mu berbeda itu karena aku sakit aku
cemburu melihat kalian sangat cocok aku pun kesal melihat kalian ! . dan kamu
selalu bertanya mengapa sikap ku berbeda beberapa hari ini, entah apa yang aku
lakukan aku menceritakan semuanya aku mengunggapkan yang ada dihati ku, begitu
pun dia ternyata diapun menyimpan perasaan terhadap ku sampai akhirnya diapun
meminta maaf padaku dan memilih untuk tidak dekat bersama sahabat ku.
Beberapa hari dari
kejadian itu sahabatku seperti membenciku dan dia pun menjauh dariku mungkin
itu karena kamu, tapi aku bingung sahabat ku itu sudah memiliki kekasih namun
ingin memilikimu juga, aku tidak rela sangat tidak rela jika kamu dijadikan
pelampiasannya.. masalah ini selesai dan kita semakin dekat, ingatkah ketika
kamu memainkan gitarmu dan menyanyikan sebuah lagu untukku ? sepenggal lirik “
kiniku menemukanmu diujung waktu ku patah hati” ya seperti itulah kira-kira
ingatkah itu? Kamu membuat aku terbang sangat tinggi
seperti ingin memeluk bulan.
Saat ini kita tidak
sedekat dulu jarang berkomunikasi, tapi menjauhnya kita kamu bilang itu semua
salah ku. Apa kamu yakin itu semua benar-benar hanya salah ku ? bukan salah mu
juga yang berpaling kepada sahabat ku ? ya kita sekarang memang berbeda tapi
kita masih sering kumpul disuatu tempat. Teman curhatku sekarang adalah teman
mu sendiri, dan semua kesedihan ku aku ceritakan pada teman mu. Sampai suatu
saat kita sedang berkumpul tidak sengaja aku melihat pesan masuk dari mu di
handphone teman ku yang berisikan curhatanmu yang sedang menyukai seseorang ya
itu tepatnya sahabatku sendiri. Hah ? sahabatku sendiri yang kamu suka? Itu
sangat membuat aku sakit ! disitu air mataku tak dapat aku bendung aku meminta
temanmu untuk menenangkan ku.
Jujur aku sedih
mengetahui semuanya dengan caraku sendiri dan aku sempat membeci mu begitu juga
kalian, hanya aku yang tidak diberi tahu oleh mu , tapi sudahlah aku tak ingin
mempermasalahkan ini. Suatu saat ketika aku ingin berangkat eskul ku ajak kamu
begitu juga orang yang kamu sayang begitu juga sahabat sahabatku. Disitu aku asik
latihan dan kalian asik berbincang-bincang, ketika aku keluar gor aku lihat
kalian yang sedang berbincang – bincang dengan wajah yang sangat bahagia tapi
yang menyakitkan ketika aku lihat kamu dan dia ditempat yang berbeda. Disana
aku seperti nyamuk yang bahkan tak terlihat oleh tatapan matamu, dia, dan kalian
ketika kalian menatapmu secepatnya aku berlari memasuki gor dan mengucurkan air
mata yang tak dapat ku bendung lagi . kamu tahu rasanya melihat kamu
mengungkapkan perasanmu padanya ditempat yang setiap sabtu sore ku datangi,
sakit broh. Tempat itu menyimpan kenangan ya kenangan menyakitkan. Semudah
itukah kamu menghilangkan perasaanmu terhadap ku ? dan semudah itukah kamu
berpaling padanya ? ya dia memang lebih segalanya dari aku :’)
Ketika kamu mulai jauh
dari ku ya jauh jauh jauh sekali langit seakan-akan gelap gulita seakan-akan
dunia turut tenggelam. Tapi aku selalu ingat perjalananku
tidak sesingkat ini. Bukankah setiap kesedihan akan datang kebahagiaan?