Putri Windasari Mahasiswi Broadcasting

Wednesday, 19 February 2014

terimakasih cinta


Terimakasih cinta
Kamu yang masih selalu lewat depan kelasku
Pagi ini seperti biasa aku mendengarkan musik yang dulu kamu nyanyikan di depanku, aku selalu mengingat semua itu dari awal perkenalan sampai akhirnya kita bisa dekat.
Dulu kebiasaan yang aku lakukan ya membuka akun twitter ku, tiba-tiba pesan masuk dari kamu. Kamu yang dulu pernah aku suka. Ya dulu memang aku pernah menyukaimu namun rasa ketertarikan ku terhadapmu aku hentikan karena aku mengetahui kamu sudah memiliki kekasih. Kamu tahu rasanya ketika orang yang pernah kita suka lalu meminta nomer telepon kita ? wih pastinya bahagia dan tidak menyangka.
Pertama perkenalan kita mulai dari kamu meminta nomer telepon ku dari situ kita mulai mengirim pesan singkat ya walau pesan pesan yang kita kirim sama sama menceritakan seseorang, kamu menceritakan kekasihmu aku menceritan orang lain, itu aku lakukan untuk menutupi kecemburuan ku.
Aku masih sangat mengingat ketika kita sparing bulutangkis disitu aku berangkat bersama teman sekelasku dan kamu berangkat bersama sahabatku, tapi entah mengapa aku merasa cemburu saat itu aku merasa tidak rela kalau kamu bersama dia, sampai di gor kamu pun bercanda canda dengan nya itu sangat membuat ku sakit. Dan semenjak kejadian itu aku akui sikap ku kepada mu berbeda itu karena aku sakit aku cemburu melihat kalian sangat cocok aku pun kesal melihat kalian ! . dan kamu selalu bertanya mengapa sikap ku berbeda beberapa hari ini, entah apa yang aku lakukan aku menceritakan semuanya aku mengunggapkan yang ada dihati ku, begitu pun dia ternyata diapun menyimpan perasaan terhadap ku sampai akhirnya diapun meminta maaf padaku dan memilih untuk tidak dekat bersama sahabat ku.
Beberapa hari dari kejadian itu sahabatku seperti membenciku dan dia pun menjauh dariku mungkin itu karena kamu, tapi aku bingung sahabat ku itu sudah memiliki kekasih namun ingin memilikimu juga, aku tidak rela sangat tidak rela jika kamu dijadikan pelampiasannya.. masalah ini selesai dan kita semakin dekat, ingatkah ketika kamu memainkan gitarmu dan menyanyikan sebuah lagu untukku ? sepenggal lirik “ kiniku menemukanmu diujung waktu ku patah hati” ya seperti itulah kira-kira ingatkah itu? Kamu membuat aku terbang sangat tinggi seperti ingin memeluk bulan.
Saat ini kita tidak sedekat dulu jarang berkomunikasi, tapi menjauhnya kita kamu bilang itu semua salah ku. Apa kamu yakin itu semua benar-benar hanya salah ku ? bukan salah mu juga yang berpaling kepada sahabat ku ? ya kita sekarang memang berbeda tapi kita masih sering kumpul disuatu tempat. Teman curhatku sekarang adalah teman mu sendiri, dan semua kesedihan ku aku ceritakan pada teman mu. Sampai suatu saat kita sedang berkumpul tidak sengaja aku melihat pesan masuk dari mu di handphone teman ku yang berisikan curhatanmu yang sedang menyukai seseorang ya itu tepatnya sahabatku sendiri. Hah ? sahabatku sendiri yang kamu suka? Itu sangat membuat aku sakit ! disitu air mataku tak dapat aku bendung aku meminta temanmu untuk menenangkan ku.
Jujur aku sedih mengetahui semuanya dengan caraku sendiri dan aku sempat membeci mu begitu juga kalian, hanya aku yang tidak diberi tahu oleh mu , tapi sudahlah aku tak ingin mempermasalahkan ini. Suatu saat ketika aku ingin berangkat eskul ku ajak kamu begitu juga orang yang kamu sayang begitu juga sahabat sahabatku. Disitu aku asik latihan dan kalian asik berbincang-bincang, ketika aku keluar gor aku lihat kalian yang sedang berbincang – bincang dengan wajah yang sangat bahagia tapi yang menyakitkan ketika aku lihat kamu dan dia ditempat yang berbeda. Disana aku seperti nyamuk yang bahkan tak terlihat oleh tatapan matamu, dia, dan kalian ketika kalian menatapmu secepatnya aku berlari memasuki gor dan mengucurkan air mata yang tak dapat ku bendung lagi . kamu tahu rasanya melihat kamu mengungkapkan perasanmu padanya ditempat yang setiap sabtu sore ku datangi, sakit broh. Tempat itu menyimpan kenangan ya kenangan menyakitkan. Semudah itukah kamu menghilangkan perasaanmu terhadap ku ? dan semudah itukah kamu berpaling padanya ? ya dia memang lebih segalanya dari aku :’)
Ketika kamu mulai jauh dari ku ya jauh jauh jauh sekali langit seakan-akan gelap gulita seakan-akan dunia turut tenggelam. Tapi aku selalu ingat perjalananku tidak sesingkat ini. Bukankah setiap kesedihan akan datang kebahagiaan?


No comments:

Post a Comment